lintobaro
Loading...

Mari kita belajar agar dapat bersikap seperti besi

Mari kita belajar agar dapat bersikap seperti besi - Bukankah keberadaannya tiada yang tahu. Peran dan pengorbananannya kabur tidak terlih...

Mari kita belajar agar dapat bersikap seperti besi - Bukankah keberadaannya tiada yang tahu. Peran dan pengorbananannya kabur tidak terlihat layaknya debu. Namun hakikatnya keberadaanya sangat amat perlu. tanpa ia gedung indah, gagah dan megah akan menjadi pusaran debu.

   Gambar: smdisteel.org

Tulisan sederhana ini bukanlah tulisan yang akan membahas mengenai ilmu konstruksi bangunan, atau belajar teknik desain gedung yang indah serta megah dengan susunan yang kuat, atau mengenai kandungan materi dalam besi yang baik digunakan untuk bangunan. Namun yang ingin saya sampaikan adalah mari belajar dari sebuah bangunan.

Sahabat sekalian, tahukah anda sebuah bangunan yang megah, katakanlah "Burj Khalifa" misalnya. dia pasti memiliki kerangka penopang utama yang umumnya terbuat dari besi, entah itu sebagai pondasi, penopang tiang, atau pembentuk bangunan. Namun elemen besi ini selalu menjadi penting agar sebuah bangunan dapat berdiri dengan kuat sampai selanjutnya menjadi sebuah gedung yang megah..

Melihat gedung megah serta menjulang tinggi, tentu yang seolah mencolok dan paling dominan adalah bentuk luar dan relif-relifnya. sehingga kita kagum akan keindahan gedung tersebut. Namun faktanya tanpa besi yang tertanan begitu jauh dalam konstruksi semen bercampur batu atau komposisi lainnya, ditempat asing, sepi dan tidak terlihat sama sekali. maka gedung megah tersebut tidak akan bisa berdiri dengan kokoh. pertanyaannya apakah sang besi mengeluh ? lalu bayangkan jika ia mengeluh, dengan mengatakan bahwa "saya tidak mau berada didalam tanah atau didalam sebuah tiang, saya mau bersama relif terlihat dan tampak dilihat dari luar sehingga keberadaan saya diketahui dan diakui!" maka kalau itu terjadi dipastikan sebuah gedung akan roboh karna tidak ada yang menopangnya.

Sahabat sekalian, demikian juga dengan dakwah. terkadang dakwah membutuhkan posisi posisi penting namun tidak terlihat eksistensinya. lalu akan kah kita menghilang karna peran kita tiidak terlihat ? atau dalam kasus yang berbeda misalnya. katakanlah kita sudah berperan banyak namun keberadaan kita tidak diakui. akankah kita bertahan dalam jamaah dakwah tersebut.

Sahabat, bagi seorang muslim yang terpenting bukanlah apa yang manusia katakan tentang apa yang ia kerjakan. namun lebih dari itu "Ridha Allah-lah" yang lebih utama. bukankah Allah telah mengatakan kepada kita dalam kitabnya yang mulia bahwa tugas kita di dunia ini adalah beribadah hanya kepada Allah, ingat "kepada Allah" artinya Pengakuan Allah yang perlu kita cari dan bukan persepsi manusia yang harus kita perhatikan. dan bukankah Rasullullah sudah memperingatkan bahwa niat amat sangat penting dalam sebuah amal. dan niat yang paling baik adalah niat mengharap ridho Allah. karna sesungguhnya kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan. jika kedua hal ini bisa kita sadari dengan baik maka tidak menjadi sebuah masalah bagi kita apakah kita akann mengambil peran besi yang tidak terlihat atau relif yang selalu di puji-puji keberadaannya. karna yang di harapkan adalah Allah. para sahabat yang mulia di bawah pengajaran guru yang paling mulia Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita hal ini. bukankah begitu banyak para Mujahid Badar, Mujahid Khandaq, Mujahid Khaibar dsb. mengorbankan nyawanya demi agama yang mulia ini tanpa menuntut popularitas. bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tidak diketahui namanya hingga saat ini. namun perjuangan mereka amat sangat berharga dalam dakwah Islam.

Oleh sebab itu mari kita belajar agar dapat bersikap seperti besi, ia tidak terlihat namun fungsi dan perannya amat sangat penting. jikalau seaandainya ia tidak ada maka bangunan megahpun tidak akan pernah bisa berdiri denga tegak.

Dan tidaklah Aku (Allah SWT) jadikan jin dan manusia kecuali untuk mengabdikan diri (yakni, beribadah) kepadaKu (Allah SWT) (Qs. Az-Zariat : 56)

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. At-Taubah : 105). [Teguh Murtazam]
Motivasi 6842577683381374766

Posting Komentar Default Comments Disqus Comments

emo-but-icon

Beranda item

Facebook

Statistics

Total Tayangan Halaman